Media Informasi Berita Hari ini Terpercaya

Teknologi yang Digunakan di Tol Trans Sumatera

Inovasi tekhnologi yang kini tengah digaungkan dalam pengerjaan tol trans sumatera diyakini mampu mempercepat proyek pengerjaan jalan tol tersebut menjadi lebih singkat namun dengan struktur pekerjaan yang efektif.

Tol Palembang –Indralaya memang dibangun dengan system pengerjaan yang benar benar berat karena kondisi lahan yang digunakan adalah struktur lahan lunak dan rawa yang tentu penurunan tanah ditakutkan beresiko pada kontruksi jalan tol yang sedang dibangun.

Namun hal ini langsung ditegaskan oleh kepala BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) Danang Parikesit yang mengungkapkan metode terbaru dalam pengerjaan jalan tol trans sumatera tersebut.

Danang menyebutkan kontruksi yang digunakan untuk pembangunan jalan tol yang menghubungkan Palembang-Indralaya ini menggunakan tekhnologi vacuum consolidation method (VCM) yang merupakan metode kontruksi jalan terbaru yang akan diterapkan pada pembangunan jalur jalan tol Trans Sumatera.

Terobosan metode baru ini membutuhkan dukungan semua pihak dalam pengerjaannya. System terbaru ini diyakini sangat efektif karena sangat ramah lingkungan serta meminimalisir biaya sumber daya serta tentu cost alat berat yang akan bisa dikurangi penggunaannya.

Danang Parikesit menyebutkan kontruksi lahan di wilayah pembangunan jalan tol trans sumatera memang memiliki struktur tanah yang lunak sehingga sangat efektif menggunakan metode VCM ini.

System yang dijalankan dalam pengerjaan jalan tol Trans sumatera dengan metode VCM adalah dengan melakukan pemompaan pada struktur tanah yang memiliki kadar air tinggi sehingga penurunan tanah akan lebih cepat dan otomatis struktur tanah akan lebih stabil.

Kepala BPJT ini juga menegaskan bahwa pihaknya sangat optimis bahwa pembangunan jalan tol Palembang – Indralaya ini akan berjalan lebih cepat dan lancar jika segala sesuatunya telah dipersiapkan dengan baik.

Pengerjaan jalan tol dengan tekhnologi VCM atau tekhnik Vacum bahkan memiliki nilai lebih tersendiri karena disamping pengerjaan vacuum , para pekerja kontruksi bisa melakukan pekerjaan lain pada kontruksi jalan tol tersebut karena pengerjaan system vacuum yang sangat efisien meminimalisir gangguan pada tekanan lingkungan sekitar. Dengan demikian ini akan sangat efektif mempersingkat waktu kontruksi secara keseluruhan.

Target pengerjaan jalan tol akan semakin cepat selesai namun hasil yang optimal. Struktur kadar air dan udara pada lahan yang akan dijadikan jalan tol akan diserap dan dengan cepat tanah akan lebih stabil untuk segera dilakukan pengerjaan.
Lebih lanjut Danang menyebutkan inovasi VCM ini juga sangat efektif pada pembangunan jembatan. Pengawasan pada system pengerjaan juga dilakukan dengan monitoring yang ketat dan terjadwal. Dengan demikian kontruksi bangunan, jembatan dan jalur jalan lebih kuat dan memiliki struktur ketahanan yang stabil.

Penerapan kontruksi vacuum VCM untuk jalan tol Trans Sumatera menjadi inovasi unggulan yang akan diterapkan untuk proyek kontruksi lainnya.

Exit mobile version