Media Informasi Berita Hari ini Terpercaya

Terkait Omicron, Larangan buat 14 negara masuk RI dicabut

Setelah sebelumnya pemerintah RI memutuskan untuk membatasi masuknya warga negara asing ke Indonesia terkait penyebaran kasus Omicron , saat ini pemerintah lewat surat edaran Nomor 02 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi COVID-19 resmi meniadakan aturan larangan tersebut dan terhitung mulai 12 januari 2022 aturan tersebut mulai berlaku.

Menurut Wiku Adisasmito sebagai juru bicara Satgas penanganan Covid 19 penghapusan larangan ini berkaitan karena kasus omicron yang sudah tersebar ke hampir 150 negara di dunia yang berarti 76 % dari jumlah negara di dunia yang hingga saat ini telah mengalami kasus varian baru Covid 19 yakni Omicron.

Bila ketentuan larangan tersebut terus diberlakukan menurut Wiku hal itu akan menyulitkan pergerakan lintas negara yang masih diperlukan untuk mempertahankan stabilitas negara termasuk pemulihan ekonomi nasional.

Menurutnya lagi penghapusan larangan ini juga disertai dengan aturan aturan baru terkait kedatangan WNA yang masuk wilayah RI dengan adanya kewajiban karantina 7 x 24 jam sesuai dengan isi dari surat edaran tentang aturan perjalanan luar negeri.

Disamping itu bagi WNA yang masuk negara RI serta bagi warga negara Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri durasi karantina yang diwajibkan adalah sama.

Hal ini telah terlampir dalam SK KaSatgas Nomor 03 Tahun 2022 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina dan Kewajiban RTPCR Bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Luar Negeri.

Juru bicara penanganan Covid 19 tersebut juga menambahkan bahwa masa karantina yang ditetapkan berdasar pada studi riset yang dilakukan para ahli mengenai masa inkubasi virus.

Menurut para ahli dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat masa karantina bisa diperpendek waktunya selama 3 x 24 jam karena menurut penelitian yang dilakukan varian omicron menular dan menginfeksi seseorang rata rata muncul gejalanya setelah 2 hingga 3 hari terpapar.

Untuk itulah menurut Wiku waktu karantina 7 x 24 jam yang ditetapkan sudah cukup efektif untuk mendeteksi adanya gejala serta melakukan pengawasan yang efektif terhadap individu yang telah melakukan perjalanan karena menurutnya masa karantina adalah waktu yang diperlukan untuk mendeteksi adanya gejala serta paparan virus yang dilakukan selama 1 hingga 2 hari pertama. Untuk itu nanti akan terlihat orang yang terinfeksi dan yang tidak.

Apalagi upaya deteksi berlapis dengan entry dan exit test serta monitoring ketat distribusi varian Omicron dengan SGTF dan WGS yang sejalan dengan rekomendasi strategi multi-layered WHO terkait perjalanan internasional juga dijalankan” Ujar Wiku yang meyakini bahwa upaya optimal yang dilakukan pemerintah serta satgas covid 19 dapat membatasi penyebaran varian baru omicron di Indonesia.

Exit mobile version